Kenapa ya harus gitu?

Berhubung nci bukan pakar kenegarawan pun bukan ahli ekonomi dan pun sudah disuruh menel baca tentang Public Goods vs Private Goods (walopun udah baca tapi tetep ga ngeh, ngga nyampe otak gue nel wkwk), gue sebagai seseorang yang melihat dan mendengar langsung soal sistem penyerapan anggaran masih aja risih bin kesel bin apaansih? kenapasih? dengan sistem ini. apakah tidak ada alternatif sistem lain, atau mungkin ya paling tidak harus diganti ya sistem pemotongan anggaran n+1 yang bikin orang2 takut itu?

Kalo ditilik cetek dengan logika gue yang simpel dan bodoh, mungkin pertanyaan mendasar yang paling utama adalah: kenapa pakai sistem penyerapan yang tidak habis lalu dipotong tahun depannya dan membuat manusia yang emang udah dasarnya dari sononya serakah jadi ketakutan dan end up buang uang demi memenuhi peraturan sistem tersebut agar anggarannya tida dipotong tahun n+1? jelas, manusianya salah tapi itu jadi kayak sistem yang mengakomodasi kebodohan kelemahan biar tambah lemah gitu. kan. kesel. yha. yaAllah maapin nci kesel. abisan liat defisit devisa, liat CAD, terus makin bete aja kan ya, udah seharusnya penghematan jadi kewajiban paling utama dan pertama, bukan cuma naikin pajak atau cukai buat imported goods dan bikin industri mulai produktif kayak manufaktur&barang setengah jadi kecekek dan harus puter otak.

unpopular opinion dan mungkin akan dikeselin sama banya golongan karena ‘yaudah sih dari dulu juga gini’, tapi gue tetep dengan kebingungan gue dan pertanyaan yang ga akan kelar kecuali mungkin kalo Bu Ani kali ya yang ngejelasin ke gue kenapa sistemnya gini. Semua individu yang punya interest sama masalah personal financing juga tau inituh aneh dan harus diperbaiki apalagi ini skalanya udah bukan lagi individu. lucu sih mungkin karena gue masih terlalu swasta minded dan merasa puya keinginan pajak&SBR gue jadi sesuatu yang berfaedah sehingga otak gue isinya cuma kalo lo semakin efisien&efektif justru bonus lo semakin gede. okelah kalau disini mungkin gabisa pakai kata bonus tapi kan ada yang namanya amal&that-proud-feeling karena udah bantu hemat #uangkita ?

kenapa ya harus gitu?

Advertisements

lah

kenapa setelah berpindah malah jadi memiliki perasaan takut untuk menulis tentang sesuatu yang mengganggu pikiran ya? kok malah jadi merasa terbelenggu karena takut tidak semua orang bisa menerima perbedaan (yang mungkin akan membawa perubahan?) dan takut karena tidak mengetahui norma mana yang normal dilakukan dan hal mana yang merupakan pelanggaran. dan meskipun pada akhirnya setelah mengetahui peraturan dan kesimpulannya daku tidak salah, kenapa daku menjadi takut bahwa orang lain tetap tidak bisa menerima itu karena kritikan dan kemauan untuk berubah itu tetap tidak disukai?

apa yang seperti ini namanya perasaan bersalah karena sudah mulai merasa menjadi bagian dari sesuatu dan merasa jahat kalau menjadi pengkritik utama sesuatu itu? apa karena takut dibilang tidak solid dan intoleran? apakah memang harus mentolelir sesuatu yang kita tau salah tetapi justifikasinya sudah diterima semua orang yang lain? haruskah mengadjust standar agar menjadi sama dengan orang lain?

big fat no, i seriously hate that kind of idea. i do own my mind, i do have my standard of what’s good and bad. ya walau harus selalu diingat, nci sering banget salah. jadi another second voices and point of view adalah sebuah keharusan. Seseorang pernah menasihatiku bahwa, untuk menjadi orang yang keputusan-keputusannya fungsional, tempatkanlah dirimu disepatu dan lihatlah dengan cara pandang orang lain.

yea right i know i’m only a mere soul whose opinion wont make an impactful change, heck, it wont affect even a tiny lil pieces of universe bite so why should i feel afraid?

nci ngga suka yang model-model begini nih. sebagai bagian free spirit oh jiwa-jiwa yang bertebangan di muka bumi, hal yang kayak gini super duper nggak baik buat kesehatan.

should i migrate my own mind somewhere else, being an anon spirit…….or simply give no fc and let it be whatever that can go wrong (&right too, ofc)?

lah?

lah!

nope, in the end of the day, this clouded, too humanistic mind is mine and mine only &i’m the captain of my mind. I should only voices my own opinion, because, yea, kalau orang lain juga mau keputusannya fungsional, ada baiknya juga menempatkan dirinya dalam sepatuku, kan?

lah.

Menerowong&Menerawang

Sebagai awam yang suka penasaran (dan kebetulan banyak PR 🤣)  nci jadi penasaran waktu kepo soal Trans Sumatra. Katanya (rencananya, gosipnya, menurut kabar burung) bakalan ada section yang membelah Bukit Barisan. Wuuush!

Dari sekian banyak tempat, Bukit Barisan yang mau dibelah. Kan menariq. Kalo ngga salah inget (biasanya salah sih 😆), Bukit Barisan amat sangat erat banget sekali dengan Sumatra Fault System, atau bahasa gaulnya Sesar Semangko.

That one’s strongly interesting place to choose. The Sumatran Fault belongs to a class of trench-parallel strike-slip fault system that work in concert with subduction zones to accomodate obliquely convergent plate motion (Yeats, et al., 1997), which means, it is an active source of seismically ground motion (ha-zard). Perlu diinget sih, HAZARD, bahaya ya guys bukan bencana. It needs to be strictly underlined that, not every frickin hazard’s gonna be some kind of uncanny disaster. Us human need to do some preventive mitigation when planning and making the detail engineering design.

Kalau section terowongannya sepanjang hampir 9km, penempatan exit&entrance harus benar-benar memerhatikan strike dari sistem sesar, mau si main sesar maupun anakannya. Terus juga sepertinya penggunaan circular lining serta deformasi yang diperbolehkan harus diperbesar range-nya. Dan juga planning escape route&evacuation, fire system, drainage system…dan banyak lainnya. Intinya perencanaan harus matang dan dalam perencanaan harus sangat mempertimbangkan proses preservasi nantinya.

Oke, sebenernya ini menerawang banget udah mirip cenayang. Just my 7cents, jadi doanya semoga kalau benar jadi dibuat penerowongan ini, faktor HSE harus jadi nomer 1. 👷

Cita+Cita

Berhubung Indonesiaku ini dikelingi oleh banyak gunung api dan tektoniknya aktif banget, yha nggak jauh-jauhlah cita+citaku.

Geological Disaster Forecast.

(And systematically including Climate Change effect, ofc)

Yha semacam percenayangan, namun yang memberi makna dan bisa dipertanggungjawabkan secara saintifiq. Kalau dari manajemen, kan, mencegah lebih baik yha daripada mengobati.

Cukup banyak bahaya geologi yang menjadi bencana karena kurang edukasi. Kurang peduli, itusih yang parah.

Mau terima kasih dulu sama @BNPB yang udah berusaha untuk meningkatkan awareness kita.

Duh, sebenernya sudah banyaq contoh berubahnya bahaya menjadi bencana dikarenakan improper human activity. Duh. Sedi nci tuh.

Katanya, kalo manusianya udah susah  dibilanginnya, ya paling ngga, sebagai sebagian yang belajar, walopun ilmunya kurang banyak, bisa bantu dikit.

Biar ilmunya, yang udah sedikit itu, nggak nguap jadi debu angkasa. Hahahahaha.

Landslide early detection & integrated landslide hazard map (1:5000) kayaknya menariq 🤠

Impulsif

Hai! Been a looong time ya, blogsky.

Akhir-akhir ini nci merasa dunia kok ya makin aneh? It feels strange and successfully influence me in a very weird manner.

It took me only five hours to decide (my) future! I still dont know whats gotten into me that time, starting from choosing the institution (i didnt have many choices, actually. disaster bender is still my dream but the Disaster Agency didnt open any vacation so yeah)

It was so impulsive of me. Yah, the exact (only) reason sih my (future) master degree.

Ujung-ujungnya banyak yang mempertanyakan soal kepindahan daku, baik dari sisi teman lama maupun teman baru. Ya wajar sik, udah gitu jawabannya “cuma” karena pengen sekolah, katanya. Tapi buat nci sekolah bukan “cuma” so i gave it a heavy 0.9 portion of thought when i decided to send my application.

Jadi yaudade, saat menggebu-gebu ingin sekolah dan mencari alasan beasiswa akhirnya ku apply yang bisa nerima dan rada nyambung. Eh taunya rejeki…….semoga rejeki juga ya buat memperlancar pesekolahan nci nanti.

Sekarang lagi fasenya culture shock HAHAHA. Seriusan sih, coming from an almost homogeneous environment, i realized my past failure. Seberagam-ragamnya temen dari TK sampe kuliah, nci ngga pernah ketemu sama yang sebanyak ini perbedaannya dan hey, itu artinya friendship circleku selama ini sangat kecil&betapa kupernya diri ini. It feels nice, kenalan sama banyak orang dengan beragam pemikiran.

Sepertinya keberagaman ini merupakan part dari pembelajaran kehidupan yang sudah seharusnya makin berpikir dewasa, at least sesuai umur (gitu si katanya). Kemarin habis ada sesi nasihat part kesekian, katanya sudah umurnya nci harus berpikir lebih bijak. Siap, bismillah!

FO

Kejadiannya mirip dengan Pembangunan Flyover.

Tujuan utamanya mengurangi kemacetan. Iya kok, bener.

Tapi secara tidak langsung, hal tersebut mengencourage banyak orang untuk tetap berkendaraan pribadi. Toh, memang sudah difasilitasi, kan, untuk menghindari macet dibawah flyover. Bukan efek jangka pendek sih, multiplier effect model gini mungkin emang akan cuma kelihatan pengaruhnya kalo time spannya diperpanjang jadi, katakanlah 20 tahun misalnya.

Bukan salah Flyovernya kok. Flyovernya mah bener, wong memang tujuannya mengatasi kemacetan sebidang sudah tercapai. Yang salah tetap mindset penggunanya yang nggak (belum) mau berubah dan (masih) kurang (banyaknya) opsi transportasi publik dari pemerintah (yang nyaman).

Yah semoga kerja3x dan kerja3x yang dijalankan pemerintah ini akan terus berlanjut dan berefek jangka panjang yang lebih baik ya, siapapun kepalanya. Kalo resources&reserves bisa di-make it generously big but logic-in, semoga infrastruktur publik bisa di-make it wisely useful & accessible-in yah. -KAGAK NYAMBUNG OY HAHA-

Final UCL 2017

Ceritanya nanti malem final nih, Juve-Madrid. Berhubung nggak ngedukung keduanya, jadi nci berusaha untuk seobjektif mungkin pas nonton.

Kalo dari perkiraan line-up sih yg rame di Juve harusnya Buffon-Bonucci-Dybala. Auk sih mereka mau ngapain, tergantung Ronnie zig zagnya oke atau nggak entar malem. Madrid mah nggausa ditanya, belakangan ini nci cuma denger berita bagus doang dari mereka. Terus sekalinya liat match mereka di La Liga, yaemang sih lagi jago banget wakakaka yah walopun Juve ngga kalah sakti karena makin kesini makin stable.

Yang paling seru si harusnya liatin Zinèdine. You DID come this far, dude, go further! Ah, so proud.

Sebagai seorang Milanisti pasti ujung-ujungnya saya lebih berat ke Madrid (yamogimana, males juga liat Juve treble taun ini wakakak) tapi berhubung kemenangan siapapun nggak berpengaruh ke Milan (kecuali sedikit mental kalo Juve yang menang, Milan harus mulai lagi berlari udah banyak duit kan tuh, Donnie udah fix trus beberapa transfer baru). Saya sebagai penonton berharap pertandingan yang entertaining dan siapapun yang menang nanti, selamat ya!

New Money of Serie A

Gotta give my seven-not-two cents for the upcoming season of Serie A (Milan is my greatest concern). As a fan, i’m desperate enough, wishing for Donnie’s future with Milan. Go Yuan, you’ll be able to make it come true!

Oh, and please give Mr. Monte a good bucks for summer window transfer! We need to prepare for the future Champions League #ngarep #doa

Hiro’s lil’ prayer: How about Griezmann, Mr. Li?

Overall the league still needs better dynamic teams (gosh always the same problem). Even Juve (oit, not gonna pray you a good match next leg of CL, you’re in my Neu’s way!) is still having their old ways of i-am-a-good-god-of-defensive-player (tapi kemaren bagus sih pas lawan Muench).

Last night derbie (hush hush Inter^^) left me an ultimate hope that Milan’s going to the right direction. We simply neeed to maximize the upcoming surge of New Money. Amen!