P-impi-n.

Kata siapa perempuan hanya bisa dipimpin?

Nah, bersyukur banget, perempuan sudah banyak yang cerdas dan berpendidikan. Dan untuk menjadi seorang pemimpin, dibutuhkan kecerdasan. Kesimpulannya, kemungkinan seorang perempuan untuk jadi pemimpin sangatlah luas.

Sisanya, seorang pemimpin harus mengerti siapa dan apa yang bakalan dia pimpin dan terakhir komunikatif. 3 Itu aja dulu yang penting. Untuk jadi pemimpin yang bijak mah jalannya panjang. Ya masa kalau seseorammg mengajukan diri menjadi pemimpin karena percaya dengan kapabilitas dirinya sendiri harus menutup pintu karena pengalaman?

Mundur?

Kayak kalo daftar jadi karyawan tapi syaratnya punya pengalaman. Terus……….fresh graduate harus gimana dong………

Paling enggak, seorang perempuan akan jadi pemimpin kan buat anak-anakanya.

Mungkin akan berkarir atau jadi Ibu di rumah, seorang Ibu harus cerdas, karena anak-anak yang cerdas lahir dari ibu yang cerdas.

Ehehehehehehehehehe, ngerasa aneh ngomong kayak beginian, tapi kalo lagi di sekolah teh suka ngerasa tergelitik kalo ada seliweran-seliweran pendapat soal perempuan dan kepemimpinan. Kan asal perempuannya tau batas kan, dia punya Ayah seorang laki-laki yang selama hidup adalah pemimpin, asal kalo Ayahnya ngomong gak dilawan weh.

Oh ya, dan jadi perempuan harus berani bermimpi, belajar jadi impian, dan mulai jadi pemimpin buat diri sendiri.

Ya, bisa diawali dengan tidak menghilangkan ATM, KTM, dan Barcode Fisika. Nci emang jangan ditiru, suka autis sih.

Psiko? Kata Menel ya~

Enggak tau kenapa, Jumat kemaren habis UTS Fisika pertama, tiba-tiba muncul keinginan buat potong rambut. Seriusan tapi emang random pisan.

Dengan seribu gaya dan keyakinan terkuat dalam hati, akhirnya belah rambut jadi dua. Lalu dikepang di setiap sisi. Lalu ambil gunting.

Dan kepangannya di gunting.

Iya, emang gak mikir panjang sama sekali. Pas pulang ke rumah pasti diomelin sama Mamah. Yah, mau gimana lagi, sebenernya tujuan utama motong rambut sih, buat ngehemat shampo.

Pas Menel masuk kamar, komentarnya adalah:

“Hah lo potong rambut? Potong rambut sendiri? Sendiri banget? Psiko abis.”

Dia pasti ngomong psiko gara-gara liat tumpukan rambut-baru-dipotong-yang-banyak-banget-itu. Tapi tenang, ini belom psiko kok.

Atau emang mungkin gak ada orang psiko yang ngaku psiko.

 Masih bening kok otak gue, Nel. Masih seger 🙂

Pissy, Peace.

This Physics-thingy seriously kidding me. PISS, PISSY, BABY ELECTROMAGNET!

Gak boleh ngeluh kan, ya?

Tapi gimana dong, ini beneran tetep ga ngerti. Entah ndableg atau emang otak bebel. Semoga aja enggak dua-duanya. Semoga aja nanti dapet pencerahan beserta Hidayah dari Halliyah, eh Halliday.

Sampe-sampe nci lupa Mama Tika ulang tahun. Parah banget nget nget lah. Menguras perhatian berlebih, maafin enci ya Ma.

Ya Allah, mudahkanlah nci hari Jumat nanti. Gapapa kok soalnya susah, tapi semoga nci jawabnya gampang  dan ngerti maksud soalnya, gimana pun bentuk soalnya dan Allah mudahkan terus di tiap soal. Amiin.