Menerowong&Menerawang

Sebagai awam yang suka penasaran (dan kebetulan banyak PR 🤣)  nci jadi penasaran waktu kepo soal Trans Sumatra. Katanya (rencananya, gosipnya, menurut kabar burung) bakalan ada section yang membelah Bukit Barisan. Wuuush!

Dari sekian banyak tempat, Bukit Barisan yang mau dibelah. Kan menariq. Kalo ngga salah inget (biasanya salah sih 😆), Bukit Barisan amat sangat erat banget sekali dengan Sumatra Fault System, atau bahasa gaulnya Sesar Semangko.

That one’s strongly interesting place to choose. The Sumatran Fault belongs to a class of trench-parallel strike-slip fault system that work in concert with subduction zones to accomodate obliquely convergent plate motion (Yeats, et al., 1997), which means, it is an active source of seismically ground motion (ha-zard). Perlu diinget sih, HAZARD, bahaya ya guys bukan bencana. It needs to be strictly underlined that, not every frickin hazard’s gonna be some kind of uncanny disaster. Us human need to do some preventive mitigation when planning and making the detail engineering design.

Kalau section terowongannya sepanjang hampir 9km, penempatan exit&entrance harus benar-benar memerhatikan strike dari sistem sesar, mau si main sesar maupun anakannya. Terus juga sepertinya penggunaan circular lining serta deformasi yang diperbolehkan harus diperbesar range-nya. Dan juga planning escape route&evacuation, fire system, drainage system…dan banyak lainnya. Intinya perencanaan harus matang dan dalam perencanaan harus sangat mempertimbangkan proses preservasi nantinya.

Oke, sebenernya ini menerawang banget udah mirip cenayang. Just my 7cents, jadi doanya semoga kalau benar jadi dibuat penerowongan ini, faktor HSE harus jadi nomer 1. 👷